UNIVERSITAS MYONGJI MENJADI UNIVERSITAS PERTAMA YANG TERPILIH DALAM PROGRAM ERASMUS+

EXCHANGE SHARED RESEARCH  PROFESSOR YOON TAE-SIK DAN EXCHANGE STUDENT KIM HYE-RI

Tahun ini, untuk pertama kalinya professor Yoon Tae-Sik dari departemen teknik “new ceramic advanced material” dan Kim Hye-Ri dari departemen sejarah kesenian dipilih menjadi bagian dari program Erasmus Plus di EU. Mereka terpilih bukan hanya karena kemampuan penelitian professor tersebut dan dedikasi mahasiswa namun juga karena dukungan dari kantor hubungan internasional.

Usaha yang dibuat oleh kantor dengan merencanakan program – program pendidikan internasional dan pertukaran pelajar yang terus menerus di implementasikan untuk universitas Myongji, telah menjadi batu pijakan dengan tujuan untuk menjadikan mahasiswanya mampu bersaing di dala globalisasi. Berkat itu, Universitas Myongji telah bekerja sama dengan total 208 universitas dari 40 negara.

Pada kali ini, kami akan menjelaskan program yang dibuat oleh EU (European Union), seperti dibawah ini :

Professor Yoon Tae-Sik dari departemen teknik “advanced material”

0203Erasmus+ – Professor Application

Eropa telah membuat program Erasmus untuk membantu pertukaran mahasiswa di Eropa (Erasmus : European Region Action Scheme for the Mobility of University Student) sejak tahun 1987 di Eropa. Kemudian EU memperluas program tersebut dan mengubah namanya menjadi program Erasmus Plus, mereka menyediakan program untuk mendukung pertukaran dalam berbagai area seperti pendidikan, penelitian, keremajaan, dan olahraga. Lebih dari itu, mereka juga menawarkan kepada universitas di Eropa mengenai pendidikan dan pembelajaran dari beberapa fakultas yang dipilih dari Rusia, Amerika Serikat, Korea Selatan dan seterusnya sesuai yang telah ditetapkan oleh EU melalui programnya, yang mana telah mendorong kompetensi universitas. Program ini meminta fakultas yang terpilih untuk memberikan pembelajaran, mobilitas untuk mengajar, mobilitas untuk berlatih, dan bergabung dengan fakultas di Spanyol.

Mutual Research and Educational Support Program

“Universitas Basque Country di Spanyol, menyambut universitas dari fakultas – fakultas dari Amerika Serikat, Russia, Canada, dan Korea Selatan. Saya bertemu dengan grup penelitian yang dipimpin oleh Jose Manuel Barandiaran dan berdiskusi mengenai rencana kerja sama. Sebagai tambahan, saya harus berpidato mengenai studi saya dan kunjungan ke berbagai anggota fakultas, dengan materi diskusi meningkatkan penelitian bersama. Dan dalam meteri – materi BC, juga dikenal sebagai materi terbesar di pusat penelitian Basque, dipimpin oleh Professor Baradiaran, saya memberikan kuliah dan seminar dengan para peneliti di pusat. Karena mereka telah belajar mengenai pengaplikasian berbagai material termasuk “nano material”, “smart material” dan “advanced functional material”, sebagai peneliti yang bersemangat dan aktif meneliti informasi yang hilang mengenai elemen materi dan elemen bagian mekanik, kami memiliki waktu yang berharga untuk berbagi perspektif penelitian berdasarkan perpaduan dan pengaplikasian materi Nano, yang mana memungkinkan kita untuk mencari rencana penelitian yang sama untuk memperbaiki kekurangan kita dan meningkatkan kemampuan kita.”

A Novel Study on Information Mechanic Elements

“sekarang saya sedang melakukan penelitian mengenai elemen elektronik dengan material Nano, material semi-konduktif dan material oksidan seperti dalam elemen semi-konduktif sama seperti neuron di otak manusia, mengandung sistem neuron yang mana mengatasi ketegangan sistem perhitungan yang ada dan menduplikat metode penjajaran yang efektif dan sistem psikologi neuron dengan keefektifan energi tinggi. Dibandingkan dengan sistem perhitungan Von Neumann, otak manusia dapat menghabiskan sedikit energi untuk menangani fungsi yang rumit, mengimplementasikan proses paralel dengan konektivitas setinggi 1015.”

Student Kim Hye-Ri dari departemen sejarah kesenian.

0204Erasmus+ – A Student Application

“Saya tidak tahu sama sekali mengenai program Erasmus Plus selama saya mengajukan aplikasi pertukaran pelajar. Ketika saya bermaksut untuk mengambil semester kedua di Spanyol, kantor hubungan internasional menghubungi saya. Kesempatan tersebut merupakan kesempatan yang tidak terduga, namun di dalam persiapan untuk pidato membantu saya untuk mengetahui bagaimana kehidupan di Spanyol memengaruhi hidup saya. Beberapa teman Spanyol menjadi pemeriksa pidato saya, dan satu diantaranya sebenarnya telah diputuskan untuk belajar di luar negeri sebagai mahasiswa pertukaran pelajar. Merupakan pengalaman yang sangat spesial ketika mengetahui pidato saya berdampak besar dalam kehidupan seseorang. Saya diberitahu bahwa saya terpilih untuk menjadi bagian dalam program Erasmus Plus setelah saya kembali ke Korea. saya mulai berpikir bahwa kami perlu mengambil setiap kesempatan walaupun kesempatan tersebut merupakan kesempatan kecil ketika kesempatan tersebut menghampiri kita.”

Erasmus+ Bagi saya?

Pertama – tama, saya mempunyai pengalaman yang sangat berharga ketika memberikan pidato didepan banyak teman asing. Walaupun jika saya tidak tahu pasti ketika saya menyatakan pendapat saya ke dalam bahasa inggris, karena bahasa Inggris bukan bahasa utama saya, saya sangat tertarik untuk mengetahui apabila ada seseorang yang terinspirasi olehku. Sangat penting bagi program beasiswa Erasmus Plus untuk mendorong orang lain untuk memiliki berbagai pengalaman menarik seperti “culture shocks” dan bertemu dengan orang – orang dari semua negara. Sekarang saya sedang membuat rencana masa depan berdasarkan beasiswa yang telah saya terima.”

Erasmus+ dan Jalan Baru

“Pertama – tama, saya sebenarnya bermaksut untuk masuk ke S2 dan belajar di fakultas yang sama karena saya benar – benar menikmatinya dan ingin belajar lebih lagi darinya. Ketika saya mendapat beasiswa untuk pergi ke luar negeri, saya sebenarnya ingin pergi ke Amerika Serikat, namun tiba – tiba, ketertarikan saya mengenai Spanyol menjadi lebih besar dan saya memutuskan untuk pergi ke Universitas Valencia. Saya akhirnya pergi ke Universitas di Basque karena bertabrakan dengan jadwal antara Universitas Valencia dan Universitas Myongji.

Sekarang saya berpikir antara melanjutkan S2 atau tidak. Saya tidak tahu pasti antara kembali ke Spanyol atau masuk ke S2. Satu hal yang saya pelajari melalui program tersebut adalah saya tidak seharusnya membatasi diri saya sendiri. Kami tidak tahu kapan atau dimana atau bagaimana menariknya kesempatan tersebut akan datang.”

Ditulis oleh                : Penulis tanpa nama

Diterjemahkan oleh : William Christianto Setiawan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s